Minggu, 11 November 2012

Definisi mengenal diri


1.      Definisi Mengenal Diri :

Memahami hal-hal pokok & penting tentang diri sendiri, dari segi psikis & fisik, yang meliputi :
·         Pengenalan cirri-ciri dasar fisik.
·         Pengenalan kepribadian, watak, & tempramen.
·         Pengenalan bakat.
·         Pengenalan kekuatan & kelemahan diri sendiri

1.1 Manfaat & Tujuan Mengenal Diri Sendiri ;

·         Mengenal berbagai potensi yang dimiliki.
·         Mengenal kelemahan diri sendiri.
·         Dengan mengenal diri sendiri, seseorang dapat mengenal kenyataan dirinya &sekaligus kemungkinan–kemungkinannya. Serta diharapkan mengetahui peran apa yang harus dia mainkan untuk mewujudkannya.

1.2 Cara mengenal diri :

·         Mengamati diri sendiri.
·         Melalui kacamata orang lain.
·         Melalui kebersamaan kita dengan orang lain.
·         Membaca buku-buku pengenalan diri.

2.      Definisi Kepribadian :

kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.

2.1 Faktor-faktor Penentu Kepribadian :

ý  Faktor Keturunan :
Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.

ý  Faktor Lingkungan :
Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami.[1] Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang.[1] Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melalui buku, sistem sekolah, keluarga, dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.

3.      Definisi Bakat ;

ü  Potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir.
ü  Bentuk kemampuan khusus yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan & hasil latihannya sampai tingkat lebih tinggi.
ü  Karakteristik unik individu yang membuatnya mampu / tidak mampu melakukan suatu aktivitas & tugas secara mudah / sulit & sukses / tidak pernah sukses.

3.1 Hal-hal yang mempengaruhi Bakat :

ü  Unsur genetika memegang peran penting.
ü  Latihan.
ü  Berkaitan dengan unsure tubuh.

4.      Definisi Berpikir Positif :

Berpikiran positif berarti “melihat” segala sesuatu yang dihadapi / diamati dari segi positif dan membiarkan pikirannya berproses secara positif. Yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku menjadi positif.

4.1 Manfaat Berpikir positif ;

o   Membentuk kepribadian yang menarik.
o   Memberi energy yang lebih besar untuk kegiatan kreatif.
o   Menciptakan hubungan yang sehat antar manusia.

4.2 Ciri-ciri Berpikiran Positif :

o   orang yang berpikir positif mengakui bahwa ada unsur-unsur negatif dalam kehidupan setiap individu, akan tetapi ia yakin bahwa semua masalah dapat di selesaikan.
o   orang yang berpikir positif tidak mau kalah oleh berbagai kesulitan dan rintangan.
o   orang yang berpikir positif memiliki jiwa yang kuat dan konsisten.
o   orang yang berpikir positif percaya pada kemampuan, keterampilan, dan bakatnya, ia tidak pernah meremehkan itu semua.
o   orang yang berpikir positif selalu membicarakan hal-hal positif dan selalu menginginkan kehidupan yang positif.
o   orang yang berpikiran positif selalu bertawakal kepada allah.
o   orang yang berpikir positif yakin bahwa semua orang memiliki daya kreatif. Akan tetapi, daya kreativitas itu membutuhkan kekuatan yang membangkitkannya hingga menjadi aktual.




5.      Definisi Mandiri, Kreatif & Inovatif :

ͽ   Mandiri :

Suatu suasana dimana seseorang mau & mampu mewujudkan kehendak dirinya yang terlihat dalam tindakan nyata guna mengahasilkan barang / jasa demi pemenuhan kebutuhan hidupnya & sesamanya.

ͽ   Ciri-ciri Mandiri :

î  Percaya diri.
î  Mampu bekerja sendiri.
î  Mengusai keahlian & ketrampilan yang sesuai dengan kerjanya.
î  Menghargai waktu.
î  Tanggung jawab.

*  Kreatifitas :

Kegiatan yang mendatangkan hasil, dengan kandungan ciri :
§  Inovatif :
Belum pernah ada, segar, menarik, mengejutkan & terobosan terbaru.
§  Berguna :
Lebih enak, lebih baik, lebih praktis, memecahkan masalah mengurangi hambataan.
§  Dapat dimengerti :
Hasil yang sama dapat dibuat pada waktu yang lain.

*  Ciri-ciri Berpikir Kreatifitas :

§  Ketrampilan berpikir lancar.
§  Ketrampilan berpikir lurus.
§  Ketrampilan berpikir rasional.
§  Ketrampilan memperinci.
§  Ketrampilan menilai.

  Inovatif :

Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” dan atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan / mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial)

  Jenis Inovatif :

Ä  Penemuan :
Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang oleh wright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell dll.
Ä  Pengembangan :
Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD oleh Ray Kroc.
Ä  Duplikasi :
Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi oleh Dentaland.
Ä  Sintesis :
Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal, sintesis pada arloji oleh Casio.

1 komentar: